Hari Minggu kemarin mudah-mudahan menjadi akhir dari air mata yang selama hampir 6 bulan ini masih betah menggantungi mata ini.
Mungkin selama ini saya terlihat acuh, terlihat tidak pengertian, tidak peduli dengan keadaanmu, percayalah itu semua hanya yang terlihat sebatas penglihatan mata.
Saya disini masih berdoa untuk kebaikanmu, karirmu, masa depanmu..
Tapi kemarin, mungkin jadi hari paling menyakitkan yang pernah saya alami. Kamu sudah melupakan janjimu, janji mengikatkan janji suci di depan seorang penghulu. Menjanjikan pernikahan yg indah untuk saya. Mencintai saya as long as you can do.
Kemarin akhirnya keinginan saya tercapai, membuang semua barang pemberianmu ke laut. Menenggelamkannya dengan batu yg sengaja saya ikatkan. Ya Tuhan..mengapa semua ini terasa berat saya pikul sendiri..
Deru ombak laut menenangkan hati. Saya berusaha mencari makna terbaik dari anugerah Tuhan yg paling pahit ini. Laut..bawa semua itu pergi ya, bawa yg jauh, kalau bisa tenggelamkan semuanya ke dasar.
Tapi saya bersyukur, disaat-saat terparah dalam hidup saya masih memiliki banyak teman yang peduli dan membagi energi mereka buat saya. Saya beryukur Allah masih memberikan rasa sakit seperti ini. Saya bersyukur Allah masih memberikan saya waktu untuk "bermesraan" kembali dengan-Nya. Saya bersyukur Allah masih "menampar" saya agar tersadar bahwa saya sudah bermimpi terlalu lama.
Jika memang harga sebuah keikhlasan itu mahal untuk kamu beri, yasudah saya berusaha mengikhlaskan..
Saya masih tetap saya yg seperti ini, selalu mendoakan yg terbaik untukmu, memohonkan maaf atas dosa-dosa yg pernah kita perbuat, mungkin dengan kepergian saya bisa melancarkan segala urusanmu.
Masih terngiang bunyi pesan singkat itu yg mengatakan sudah tidak ada rasa sedikitpun sekarang, besok, dan seterusnya dengan alibi terlalu byk faktor baginya, tapi ketika saya meminta alasannya lagi-lagi hanya pertanyaan yg saya dapatkan.
Mungkin kamu lupa kamu pernah berkata seperti ini "Aku lebih memilih hidup dengan wanita yg sudah ada disaat aku sedang susah (re: kuliah) ketimbang bertemu ketika aku udah sukses nanti" apa itu lagi lagi cuma kebohongan?
Jika memang ini jalan yg Kau takdirkan Ya Allah..bantu saya melepaskan semuanya dengan seikhlas-ikhlas yg saya bisa mulai dari hari ini. Aamiin.
